MANAJEMEN KRISIS: Mengelola Krisis Komunikasi Institusi di Tengah Peradaban Digital

Manajemenkrisis

Judul : MANAJEMEN KRISIS: Mengelola Krisis Komunikasi Institusi di Tengah Peradaban Digital

Penulis : Gatot Repli Handoko, S.I.K., M.I.Kom

Penerbit : Media Luhur Sentosa

Spesifikasi : 14x21 cm, ii+245 hal, soft cover, b/w

ISBN : 978-623-............

Terbit : September 2026

MANAJEMEN KRISIS: Mengelola Krisis Komunikasi Institusi di Tengah Peradaban Digital

Di era media digital, sebuah isu dapat berkembang menjadi krisis hanya dalam hitungan menit melalui media sosial, portal berita, dan berbagai ruang percakapan publik, sekaligus menjadi tantangan institusi dalam menghadapi krisis komunikasi di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin cepat, terbuka, dan sulit diprediksi. Karena itu, kemampuan mengenali potensi krisis, memahami dinamika opini publik, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan reputasi institusi.

Buku ini menguraikan manajemen krisis sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan penanganan masalah ketika krisis terjadi, tetapi juga mencakup pemantauan, deteksi dini, analisis sentimen, koordinasi, komunikasi, kolaborasi, hingga pemulihan kepercayaan publik. Perkembangan teknologi digital menuntut institusi untuk mampu membaca berbagai sumber informasi dan meresponsnya secara terukur, transparan, konsisten, serta berorientasi pada kepentingan publik. Dalam konteks tersebut, komunikasi menjadi instrumen strategis untuk mengendalikan eskalasi krisis sekaligus membangun ketahanan institusi menghadapi perubahan ruang sosial.

Dengan pendekatan yang memadukan perspektif manajemen, komunikasi, dan realitas peradaban digital, buku ini menawarkan pemahaman sekaligus kerangka berpikir bagi para pemimpin, praktisi komunikasi, aparatur, dan pengelola institusi dalam menghadapi situasi krisis. Manajemen krisis bukan sekadar bagaimana bertahan ketika badai datang, melainkan bagaimana membangun kesiapsiagaan, menyalakan “mercusuar” informasi, dan memastikan institusi tetap dipercaya ketika gelombang opini publik semakin deras.