APAKAH KITA SEMUA KORBAN? Tentang Mereka yang Menderita, tetapi Tidak Pernah Dianggap Korban Membaca Kembali Korban melalui Critical Victimology

Komunikasibagipemimpin

Judul : APAKAH KITA SEMUA KORBAN? Tentang Mereka yang Menderita, tetapi Tidak Pernah Dianggap Korban Membaca Kembali Korban melalui Critical Victimology

Penulis : Radhistya Ireka Santosa S.Geo, M.Krim & Tegar Bimantoro, S.Ap., M.Krim

Penerbit : Media Luhur Sentosa

Spesifikasi : 14x21 cm, ii+393 hal, soft cover, b/w

ISBN : 978-623-............

Terbit : September 2026

APAKAH KITA SEMUA KORBAN? Tentang Mereka yang Menderita, tetapi Tidak Pernah Dianggap Korban Membaca Kembali Korban melalui Critical Victimology

Selama ini, kata ‘korban’ hampir selalu kita hubungkan dengan peristiwa kejahatan jalanan yang sederhana: ada pelaku, ada tindak pidana, dan ada kerugian yang jelas. Namun, realita sosial tidak sesederhana itu.

Bagaimana dengan mereka yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan, buruh yang diperah tanpa henti, atau warga yang kehilangan ruang hidup akibat perusakan lingkungan? atau Bagaimana dengan perempuan yang terikat oleh patriarki, santri yang tak berdaya di bawah bayang-bayang ketaatan budaya, atau mereka yang langkahnya selalu terhenti oleh tembok tebal sistem yang timpang?

Berbagai penderitaan ini sebenarnya bukanlah isu baru. Kajian seperti critical victimology, structural violence, hingga environmental victimology telah lama menyorotinya. Buku ini tidak hadir untuk menemukan masalah baru, melainkan membawa kembali diskusi kritis tersebut ke dalam pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan keseharian kita: ● Mengapa penderitaan sebagian orang sangat mudah diakui sebagai "korban", sementara yang lain dianggap sebagai "konsekuensi hidup", konsekuensi pembangunan, atau sesuatu yang wajar? ● Bagaimana jika penderitaan itu nyata, tetapi tidak ada satu sosok pelaku yang bisa kita tunjuk? ● Jika struktur sosial, kekuasaan, dan sistem yang timpang bisa menghasilkan daya rusak tanpa harus terlihat sebagai kejahatan formal, apakah kita semua sebenarnya adalah korban?

Buku ini tidak menawarkan jawaban serba instan. Melalui sudut pandang yang jernih, Anda diajak untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini dianggap biasa, tetapi diam-diam menyimpan penderitaan yang tak terdengar.